Sedih! Begini Nasib Sepakbola Wanita di Arab Saudi

Negara-negara muslim masih memiliki masalah yang lumayan serius terkait kesetaraan gender. Adalah perihal status kaum wanita yang dinilai kurang memiliki hak yang sama dengan kaum pria. Bayangkan saja mulai dari hak dalam melakukan kegiatan yang seharusnya tidak masalah di negara lain, tapi bagi wanita arab hal ini merupakan hal terlarang. Seperti menyetir, bepergian seorang diri atau bahkan menjadi seorang atlet.

Wanita di Arab Saudi memiliki keterbatasan hak dalam sektor olahraga
Wanita di Arab Saudi memiliki keterbatasan hak dalam sektor olahraga

Hal ini juga berimbas ke sektor olahraga di negara timur tengah tersebut. Jika kita melihat sangat mudah menemukan atlet wanita di negara lain, jangan berharap kita bisa menemukannya di Arab Saudi. Pekerjaan sebagai seorang atlet merupakan hal yang tabu bagi wanita Arab Saudi. Jangankan menjadi atlet sepakbola, olahraga yang wajar bagi wanita seperti badminton dan sejenisnya ssaja dilarang disana.

Atau mungkin jika Arab menganggap menjadi atlet sepakbola memang tabu bagi wanita, bagaimana tentang kebebasan wanita dalam menonton pertandingan olahraga? Pernah ada sebuah berita yang meliput bahwa ada seorang perempuan arab yang harus menyamar sebagai pria agar bisa menonton pertandigan sepakbola. Ini benar-benar membuktikan betapa mirisnya konsep kesetaraan gender di negeri penghasil minyak tersebut.

Parah! Wanita Dilarang Main Sepakbola di Arab

Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang universal. Baik pelaku hingga penikmat dalam industri sepakbola terdiri dari segala jenis kalangan baik tua dan muda, dewasa dan anak-anak, kaya dan miskin, hingga pria dan wanita. Namun apa jadinya jika sepakbola yang merupakan olahraga semua kalangan di Arab Saudi yang notabene memiliki regulasi sendiri terhadap masyarakatnya.

Arab Saudi tidak memiliki timnas sepakbola wanita
Arab Saudi tidak memiliki timnas sepakbola wanita

Wanita di Arab Saudi memiliki hak terbatas dalam menjalani hidup sebagai warga negara. Sebab konsep sistem pemerintahan Arab yang menggunakan  syariat islam membatasi hak dan kewajiban kaum wanita. Untuk kasus ini adalah dalam hal menjadi seorang atlet, khususnya atlet sepakbola. Arab Saudi dan beberapa negara timur tengah lainnya dikenal sebagai negara yang melarang penduduk wanitanya untuk bermain sepakbola.

Hal ini membuat negara-negara tersebut tidak memiliki tim nasional sepakbola wanita. Jangankan tim nasional, bahkan lembaga olahraga resmi yang menaungi jenis olahraga wanita mereka tidak memilikinya. Meski begitu semangat dan kemauan wanita Arab tidak terbatasi, mereka bangkit. Mereka mendirikan klub sepakbola wanita Arab Saudi yang justru diresmikan oleh Ratu Inggris pada tahun 2006 silam.

“Kehidupan di Arab sangat konservatif, jangankan memiliki tim sepakbola wanita, melihat perempuan menonton pertandingan sepakbola di  stadion saja rasanya mustahil. Namun saya sangat menyukai dan juga bermain sepakbola, saya mendapatkan energi positif dari sini. Entahlah, mungkin 10 tahun ke depan, Arab Saudi bisa memiliki Tim nasional sepakbola wanita sendiri,” ujar Rawh Abdullah, seorang pesepakbola wanita Arab.

Gokil! Wanita Arab Harus Menyamar Jika Ingin Nonton Bola di Stadion

Larangan keterlibatan kaum perempuan dalam sejumlah kegiatan di Arab Saudi sangat membatasi perempuan untuk bisa berkontribusi. Bahkan terkadang larangan tersebut cenderung tidak masuk akal. Seperti larangan bagi wanita untuk menonton pertandingan sepakbola di stadion secara langsung. Hal ini benar-benar terjadi pada pekan lalu dalam laga Al Ittihad vs Al Shahab.

Wanita di Arab menyamar jadi Pria demi bisa menonton sepakbola di stadion
Wanita di Arab menyamar jadi Pria demi bisa menonton sepakbola di stadion

Dilansir dari sebuah media Arab, sebuah berita mengejutkan terjadi pada sebuah pertandingan sepakbola. Dari berita yang berjudul ” متنكرا في زي امرأة ويلقى القبض على الرجال ملعب ديمي ووتش لكرة القدم ” (Tertangkap Seorang Wanita Menyamar Sebagai Pria Demi Nonton Sepakbola di Stadion), seorang wanita diamankan petugas dalam pertandingan Al Ittihad kontra Al Shahab.

Wanita tersebut menutupi kepalanya dengan jubah dan berpakaian ala pria demi menonton pertandingan sepakbola di stadion. Pria gadungan tersebu tersorot kamera yang ada di stadion sesaat sebelum pertandingan dimulai. Menurut pihak yang mengunggah video di bawah ini, juru bicara polisi sudah menyampaikan laporan pada aparat setempat untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi.