Konflik Qatar Berimbas ke Sepakbola

Perseteruan antara Qatar dengan negara-negara Arab berimbas kepada kegiatan sepakbola. Konflik antar negara timur tengah yang berujung pada pemutusan hubungan diplomatik Qatar oleh negara-negara Uni Arab lainnya tersebut merembet ke urusan sepakbola. Yang paling terlihat di depan mata yaitu ancaman akan batalnya Piala Dunia 2022 yang direncanakan digelar di Doha, Qatar.

Pemutusan hubungan diplomatik Qatar
Pemutusan hubungan diplomatik Qatar

World Cup 2022 memang direncanakan untuk diadakan di Qatar. Pentas sepakbola dunia merupakan sebuah kerjasama yang akan melahirkan keuntungan berlipat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa para pengusaha Uni Arab merupakan pemegang dana kuat di kancah sepakbola dunia. Akan tetapi dengan adanya kondisi seperti ini, nasib investasi mereka di klub-klub sepakbola eropa pun otomatis terancam.

Pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh sejumlah timur tengah kepada Qatar tersebut adalah imbas dari pernyataan kontroversial yang dikeluarkan Qatar. Pernyataan tersebut berupa dukungan kepada kelompok teroris berkedok negara islam, ISIS. Dukungan moril dan materil yanng diberikan Qatar kepada organisasi teroris tersebut membuat negara tersebut menerima pemutusan hibungan kerjasama oleh negara arab lainnya.

Nasib Investor Qatar di Sepakbola Eropa

Industri sepakbola dunia tidak lepas dari hal yang bernama sponsor. Seperti yang kita ketahui bahwa sejumlah klub sepakbola eropa mendapat suntikan dana dari investor asing. Dan diantara banyak investor yang ada tersebut, investor asal negeri timur tengah merupakan yang paling mencolok. Sebut saja sebuah perusahaan seperti Fly Emirates, Qatar Sports Investment dan masih banyak lagi.

Perseteruan Qatar bisa mempengaruhi sepakbola
Perseteruan Qatar bisa mempengaruhi sepakbola

Tidak terbayang bagaimana nasib klub-klub sepakbola eropa yang didanai oleh perusahaan asal Qatar tersebut. Apakah mungkin nanti klub sekelas Arsenal atau Manchseter City akan mengalami kebangkrutan akibat dari konflik antar negara timur tengah ini. Seperti yang telah dilakukan klub asal Arab Saudi, Al-Ahli. Kontrak senilai 208,33 miliar tersebut diputus seiring dengan pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Qatar.

Kemungkinan terburuk semacam ini bukanlah hal yang mustahil. Melihat klub-klub eropa sangat tergantung dari suntikan dana sang Negara Penghasil Minyak Dunia tersebut. Jika iya, akan terasa aneh rasanya melihat City menjual pemain yang mereka beli dengan harga selangit dengan harga sangat murah. Kegilaan apa yang akan terjadi selanjutnya seiring dengan konflik antara Qatar dengan timur tengah lainnya?

Jalur Udara Qatar Diblokir

Jalur penerbangan Qatar diblokir
Jalur penerbangan Qatar diblokir

Konflik pecah diantara negara-negara teluk. Kerjasama diplomatik Qatar dengan Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir diputus. Tuduhan pendanaan organisasi teroris oleh Qatar disebut menjadi latar belakan pecahnya konflik tersebut. Akibatnya, para diplomat Qatar yang berada di empat negara tersebut pun diperintahkan untuk pergi dalam batas waktu 48 jam seperti yang diberitakan sebuah media Arab “إنهاء الدبلوماسي قطر، المحاصر الهوائية” (Pemutusan Hubungan Diplomatis, Jalur Udara Qatar Diblokade).

Tidak hanya berhenti sampai disitu, negara-negara tersebut pun menutup jalur udara mereka untuk pesawat-pesawat Qatar. Pesawat Qatar Airways dilarang melewati wilayah udara dari Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir. Kini Iran menjadi satu-satunya pintu keluar-masuk pesawat rute penerbangan baik dari maupun ke Qatar.

Pemutusan hubungan diplomatis serta blokade penerbangan bukan tidak bisa dihapuskan. Keempat negara teluk tersebut memberikan 13 persyaratan untuk dijalankan oleh pemerintah Qatar. Mereka meminta Qatar untuk memutuskan hubungan dengan semua organisasi teroris dan sektarian seperti Ikhwanul Muslimin, ISIS, al-Qaeda dan lainnya. Qatar juga diminta untuk menghentikan semua pendanaan bagi kelompok yang dianggap teroris tersebut.