Jadi Hafidz Sejak Usia Dini, Hafidz Dilarang Pakai Gadget

Apa yang anda rasa jika anda memiliki anak seorang Hafidz Quran? Sebagai orang tua pasti anda sangatlah bangga bisa memiliki anak yang telah mampu menghafalkan Al quran sejak dini. Adalah sosok Musa La Ode Abu Hanafi atau yang akrab dipanggil Musa, seorang bocah cilik yang telah berhasil menjadi seorang Hafiz Quran sejak usia dini.

La Ode Abu Hanafi bercerita tentang cara mengasuh Musa
La Ode Abu Hanafi bercerita tentang cara mengasuh Musa

Mendidik anak agar mampu menjadi anak yang membanggakan seperti Hafiz Quran cilik yang satu ini memang membutuhkan kesabaran dann ketekunan ekstra. Seperti yang dilakukan oleh orang tua Musa. Kedua orang tua Musa selalu membiasakan untuk membaca kitab suci Al Quran sejak dini.

Bahkan pasangan La Ode Abu Hanafi dan Yulianti (orang tua Musa) ini sangat menjaga pola hidup sang anak. Sejak balita, Musa memang dibatasi untuk menonton televisi. Paling hanya beberapa acara anak-anak dan berbau agama islam saja yang diijinkan untuk ditonton.

Melihat fenomena gadget yang seakan menjadi hal lumrah bagi anak jaman sekarang ini, orang tua Musa melarang keras sang anak menggunakan gadget. Biarpun hanya sekedar bermain game, tidak pernah La Ode mengijinkan Musa memainkan gadget. Sang ayah bahkan tidak pernah menggunakan handphone di hadapan Musa.

Dilarang Main Gadget Untuk Alasan Apapun

Di era digital seperti sekarang ini, menggunakan gadget seperti smartphone dan sejenisnya merupakan hal yang wajar. Bahkan jaman sekarang kita tidak perlu heran jika lapangan tempat bermain anak akan semakin sepi karena anak-anak lebih memilih untuk bermain gadget ketimbang main di luar.

Musa, Hafidz Quran Cilik asal  Tarakan
Musa, Hafidz Quran Cilik asal Tarakan

Hal ini lah yang ingin dihindari oleh orangtua Musa. Orang tua sang hafiz qur’an cilik tersebut tidak ingin sang anak terbiasa dengan gaya hidup yang tidak sehat tersebut. Selain itu, untuk urusan pola hidup La Ode dan Yulianti juga sangat memperhatikan jadwal Musa sehari-hari.

Musa sama seperti anak-anak pada umumnya, kegiatan sehari-hari diisi dengan sekolah dan bermain. Hanya saja Hafiz Qur’an cilik yang satu ini menambahkan kegiatan menghafal Al-Qur’an dalam jadwal rutin sehari-harinya. Sisanya, Musa memiliki kegiatan yang sama dengan anak-anak sebayanya.

“Iya, kita selaku orang tua memang sangat memperhatikan jadwal Musa sehari-hari. Kapan waktu Musa istirahat, kapan waktunya tidur, bermain, dan lainnya. Bukannya terlalu protektif, kita hanya ingin menjaga pergaulannya agar terhindar dari hal-hal yang merugikan,” jelas La Ode.

Jadi Perwakilan Indonesia di Mesir, Fans Musa Padati Jalan

Nama Musa akhir-akhir ini memang menjadi buah bibir, khususnya bagi warga muslim di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Bermula dari kabar terpilihnya bocah tersebut sebagai perwakilan Indonesia di ajang menghafal Alqur’an yang digelar oleh negara Mesir.

Musa ketika mengikuti Lomba Menghafal Quran
Musa ketika mengikuti Lomba Menghafal Quran

Dalam perlombaan yang diberi nama ‘2017 القرآن مسابقة تحفيظ الدولية’ (International Qur’an Memory Competition 2017), Musa memang menjadi perwakilan Indonesia bersama dengan anak lainnya. Meski bukan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia, namun Musa merupakan yang termuda diantara yang lainnya.

Dengan terpilihnya Musa sebagai perwakilan Indonesia di ajang lomba menghafal qur’an, tentu kedua orang tua Musa merasa bangga. Hal itu terbukti ketika sang anak kembali dari Mesir usai mengikuti lomba tersebut. Terlihat ratusan orang yang penasaran dengan sosok Musa, menjemput kepulangan Musa di Bandara.

Tidak hanya di bandara saja, di sekitar Jl, Diponegoro dekat tempat tinggal Musa, banyak sekali yang menunggu kepulangan sang Hafiz Cilik tersebut. Bahkan hal ini membuat polisi yang menjaga lalu lintas kelimpungan mengatur warga yang berdatangan penasaran ingin melihat Musa.