Daging Haram Dalam Islam, Jika

Makan merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh seluruh mahkluk hidup, baik itu tumbuhan, hewan apalagi manusia. Untuk menjalankan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, manusia memerlukan makanan. Dan ini merupakan sebuah kesinambungan dengan tugas manusia. Salah satunya yaitu untuk mengelola segala hal yang telah diciptakan Allah SWT di bumi.

Daging yang tidak halal dalam Islam
Daging yang tidak halal dalam Islam

Akan tetapi, sifat rakus yang merupakan bawaan hawa nafsu manusia kerap kali mengambil alih. Sehingga terkadang manusia seringkali mengeksploitasi semua sumber daya alam di bumi. Karena hal-hal semacam inilah Allah SWT menurunkan Alqur’an sebagai pedoman hidup manusia. Segala hal tentang hidup diatur di dalam Alqur’an sebagai panduan bagaimana sebaiknya manusia mengolah kehidupan di dunia.

Termasuk soal makanan, khususnya tentang halal dan haramnya suatu makanan. Sejak awal kemunculan kitab suci yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW hingga sekarang, semua telah terbukti. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Bukan asal menentukan saja, akan tetapi pembuktian tersebut dilakukan dengan melakukan penelitian secara ilmiah.

Daging Yang Tidak Halal Menurut Islam

Daging merupakan salah satu sumber protein yang dibutuhkan oleh manusia untuk dikonsumsi. Tubuh manusia memerlukan berbagai zat agar bisa beraktifitas. Zat utama yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk bisa beraktifitas yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga zat tersebut merupakan tiga komponen utama yang berfungsi sebagai ‘bahan bakar’ manusia.

Islam mengharamkan konsumsi Daging Babi
Islam mengharamkan konsumsi Daging Babi

Protein merupakan suatu zat utama yang dibutuhkan oleh manusia sebagai ‘bahan bakar’. Protein sendiri terbagi menjadi dua jenis menurut sumbernya, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani berasal dari produk hewan baik itu daging dan segala jenis turunannya (telur, susu, keju dll). Sedangkan protein nabati berasal dari produk olahan selain hewan seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan segala jenis turunannya.

Dalam Islam tidak semua daging layak dikonsumsi oleh manusia. Hal ini tertulis dengan jelas di dalam Alqur’an. Ada yang dilarang secara gamblang dengan menyebutkan nama hewannya (babi, anjing dan binatang bertaring). Namun ada juga yang diharamkan karena alasan teknis dalam hal mempersiapkan daging tersebut sebelum dikonsumsi (bangkai, daging hasil curian dan sembelih tidak menyebut nama Allah).

Mengapa Daging Babi Haram Untuk Dikonsumsi?

Perihal tentang penjelasan halal dan haram nya suatu makanan, Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an surat Al-A’raf ayat 156 yang berbunyi “وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ “. Yang artinya adalah, “Dan Allah SWT mengharamkan segala hal yang kotor kepada mereka,” (al-A’raf: 156).

Daging Babi yang mengidap kanker usus
Daging Babi yang mengidap kanker usus

Secara naluriah, fitrah manusia yang suci tentu tidak ingin terkena sesuatu yang najis. Ini sangat jelas sebab babi mengkonsumsi makanan yang kotor dan najis. Belum lagi masalah tentang cacing pita yang terkandung dalam daging babi. Makan babi bisa membuat cacing pita mempengaruhi kesehatan orang yaang mengkonsumsinya. Cacing pita tersebut akan masuk dan berkembang biak dengan menyerap nutrisi tubuh.

Akibatnya, tubuh orang yang memakan daging tersebut akan kekurangan nutrisi. Selain itu, lemak yang terdapat pada daging babi juga disebut tidak baik untuk kesehatan. Kadar lemak yang terlalu tinggi pada daging babi dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti jantung, kolestrol dan sejenisnya.

Selain masalah penyakit fisik, mengkonsumsi daging babi dapat memicu penyakit psikis bagi manusia. Penyakit psikis tersebut misalnya seperti menurunkan tingkat rasa cemburu seseorang. Ini berhasil dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap orang yang memakan daging babi. Jika dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi daging babi, tingkat kecemburuan orang yang mengkonsumsi babi cenderung rendah.